Cash flow atau yang akrab disapa dengan istilah arus kas di Indonesia menjadi bagian penting dalam sebuah laporan keuangan. Umumnya laporan keuangan hanya akan mencantumkan informasi laba atau rugi yang dialami perusahaan. Jika pemilik dan pemegang saham ingin mengetahui seberapa besar kas yang dimiliki, maka bisa melihat laporan Cash flow.

Cash Flow atau yang akrab disapa dengan istilah arus kas di Indonesia menjadi bagian penting dalam sebuah laporan keuangan. Umumnya laporan keuangan hanya akan mencantumkan informasi laba atau rugi yang dialami perusahaan. Jika pemilik dan pemegang saham ingin mengetahui seberapa besar kas yang dimiliki, maka bisa melihat laporan arus kas.   Jenis-Jenis Arus Kas   Mengetahui nilai atau nominal dari kas perusahaan bisa membantu menentukan masa depan perusahaan itu sendiri. Laporan arus kas sendiri ternyata memiliki beberapa jenis dan penerapannya bisa disesuaikan kebutuhan perusahaan. Berikut jenis-jenis tersebut:   Operating Cash Flow Jenis arus kas yang pertama adalah OCF yang muncul karena adanya kegiatan operasional di dalam tubuh perusahaan. Laporan arus kas ini akan mencantumkan semua pengeluaran dan pemasukan.   Investing Cash Flow  Jenis arus kas satu ini disebut pula dengan istilah ICF yang muncul karena adanya aktivitas investasi di dalam tubuh perusahaan. Umumnya untuk perusahaan besar yang sudah go public maupun perusahaan hasil kongsi.   Financing Cash Flow  FCF atau Financing Cash Flow terbentuk ketika perusahaan memiliki beban hutang kepada pihak luar. Sumber hutang ini bisa dari investor maupun jasa perbankan dimana menjadi sumber untuk kegiatan operasional perusahaan.   Cara Meningkatkan Arus Kas   Semakin sehat sebuah perusahaan maka arus kasnya akan semakin kompleks dan stabil. Perusahaan pun perlu diusahakan untuk memiliki arus kas yang tinggi, membantu meningkatkan arus kas ini. Maka bisa melakukan beberapa upaya berikut:   Meningkatkan Angka Penjualan  Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan arus kas adalah dengan meningkatkan angka penjualan. Sebab transaksi penjualan yang masuk menunjukan pemasukan perusahaan yang kemudian menjadi sumber biaya operasional.   Menurunkan Biaya Operasional  Menghemat biaya operasional perusahaan juga efektif meningkatkan arus kas sebuah perusahaan. Biaya yang bisa dihemat sebaiknya segera dilakukan baik untuk kegiatan produksi maupun yang lainnya.   Menjual Aktiva Tetap  Aset perusahaan yang mengalami penyusutan masuk ke dalam aktiva tetap, membantu meningkatkan arus kas maka harus dijual berkala. Khususnya untuk aset yang penyusutannya sudah cukup lumayan. Selain itu perlu pula menunda dan mengurangi pembelian aktiva tetap.   Menambah Jumlah Modal  Menambah jumlah modal juga menjadi usaha untuk meningkatkan arus kas, karena modal yang bertambah membuat keuangan perusahaan sehat. Sumber modal ini bisa melalui pinjaman bank namun wajib cermat memilih agar tidak terjepit bunga tinggi. Opsional lain adalah dengan mencari investor, apalagi jika usaha berkembang dan dalam kondisi yang sehat.   Mendirikan usaha tak cukup hanya pintar menjual namun juga cerdas dalam hal manajemen, termasuk pengaturan laporan keuangan. Arus kas menjadi bagian krusial dalam laporan keuangan dan wajib dipahami pembuatannya. Supaya perusahaan dalam kondisi sehat maka laporan arus kas juga harus kompleks, beberapa upaya di atas bisa dilakukan untuk meningkatkan arus kas.

Jenis-Jenis Cashflow

Mengetahui nilai atau nominal dari kas perusahaan bisa membantu menentukan masa depan perusahaan itu sendiri. Laporan Cash flow sendiri ternyata memiliki beberapa jenis dan penerapannya bisa disesuaikan kebutuhan perusahaan. Berikut jenis-jenis tersebut:

1. Operating Cash Flow

Jenis Cash flow yang pertama adalah OCF yang muncul karena adanya kegiatan operasional di dalam tubuh perusahaan. Laporan Cash flow ini akan mencantumkan semua pengeluaran dan pemasukan.

2. Investing Cash Flow

Jenis Cash flow satu ini disebut pula dengan istilah ICF yang muncul karena adanya aktivitas investasi di dalam tubuh perusahaan. Umumnya untuk perusahaan besar yang sudah go public maupun perusahaan hasil kongsi.

3. Financing Cash Flow

FCF atau Financing Cash Flow terbentuk ketika perusahaan memiliki beban hutang kepada pihak luar. Sumber hutang ini bisa dari investor maupun jasa perbankan dimana menjadi sumber untuk kegiatan operasional perusahaan.

Cara Meningkatkan Cash flow

Semakin sehat sebuah perusahaan maka Cash flownya akan semakin kompleks dan stabil. Perusahaan pun perlu diusahakan untuk memiliki arus kas yang tinggi, membantu meningkatkan Cash flow ini. Maka bisa melakukan beberapa upaya berikut:

1. Meningkatkan Angka Penjualan

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan Cash flow adalah dengan meningkatkan angka penjualan. Sebab transaksi penjualan yang masuk menunjukan pemasukan perusahaan yang kemudian menjadi sumber biaya operasional.

2. Menurunkan Biaya Operasional

Menghemat biaya operasional perusahaan juga efektif meningkatkan Cash flow sebuah perusahaan. Biaya yang bisa dihemat sebaiknya segera dilakukan baik untuk kegiatan produksi maupun yang lainnya.

3. Menjual Aktiva Tetap

Aset perusahaan yang mengalami penyusutan masuk ke dalam aktiva tetap, membantu meningkatkan Cash flow maka harus dijual berkala. Khususnya untuk aset yang penyusutannya sudah cukup lumayan. Selain itu perlu pula menunda dan mengurangi pembelian aktiva tetap.

4. Menambah Jumlah Modal

Menambah jumlah modal juga menjadi usaha untuk meningkatkan arus kas, karena modal yang bertambah membuat keuangan perusahaan sehat. Sumber modal ini bisa melalui pinjaman bank namun wajib cermat memilih agar tidak terjepit bunga tinggi. Opsional lain adalah dengan mencari investor, apalagi jika usaha berkembang dan dalam kondisi yang sehat.

Mendirikan usaha tak cukup hanya pintar menjual namun juga cerdas dalam hal manajemen, termasuk pengaturan laporan keuangan. Arus kas menjadi bagian krusial dalam laporan keuangan dan wajib dipahami pembuatannya. Supaya perusahaan dalam kondisi sehat maka laporan Cash flow juga harus kompleks, beberapa upaya di atas bisa dilakukan untuk meningkatkan cashflow.

26 February 2021
Listrik pada dasarnya merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia. Kita membutuhkan listrik untuk melakukan berbagai hal, seperti keperluan penerangan, menggunakan alat elektronik, hingga kebutuhan
26 February 2021
Di antara semua jenis bidang usaha yang ada saat ini, sepertinya bisnis pulsa elektrik menjadi bisnis yang paling mudah dijalankan para pemula. Karena modal yang diperlukan hanya hp dan saldo yang mu
25 February 2021
Di tengah gencatan bisnis online, bisnis pulsa konvensional sepertinya tetap moncer selama ditekuni dengan baik. Jika Anda tertarik untuk mendirikan konter pulsa namun ingin meminimalkan resiko gulun

AGEN LOKAL / NASIONAL
REG.NOHP.NAMA.KOTA

KIRIM VIA WHATSAPP

 

 

 

HOST TO HOST (H2H)

CHAT LANGSUNG
CS TELEGRAM

 

 

DOWNLOAD APK ANDORID

 

 

 

CARA LOGIN
KLIK DISINI

087855021543
087855021543
087855021543
@cstrenttronik

 

SMS Center TrentTronik

085355333100
087881225429

Jabber Center TrentTronik

trentpulsa@trxroket.com
trentpulsa@jabberix.com
trentpulsa@jabbim.com

Telegram Center TrentTronik

@trxtrenttronikbot

Whatsapp Center

087777715253

 

 BRI
NoRek. 379001011796539
An. AJI SULISTYA NUGRAHA

 

BCA

NoRek. 1430241482

An. AJI SULISTYA NUGRAHA

MANDIRI

NoRek. 1390018582977

An. AJI SULISTYA NUGRAHA

 

BNI

NoRek. 0622916288

An. AJI SULISTYA NUGRAHA

 

PENGUNJUNG