Bagi kalian yang merupakan peserta BPJS Mandiri, mungkin sekarang sedang berkeluh kesah akan naiknya iuran BPJS yang keunikannya menjadi 100% ini. Apalagi situasi Negara kita sedang mengalami krisis. Virus Corona sedang mewabah, sumber pendapatan terganggu, tidak selancar dahulu, namun pemerintah malah menaikan biaya iuran BPJS.

Iuran yang semula untuk kelas I sebesar Rp.80rb, kelas II sebesar Rp.50 ribu dan kelas III sebesar Rp.25 ribu, kini menjadi Rp.160 ribu untuk kelas I, Rp.110 ribu untuk kelompok, serta Rp.42 ribu untuk kelas III. Akibatnya banyak orang ingin turun kelas karena hal tersebut.

Anggaran BPJS Selalu Defisit, Apakah Iuran Tetap Naik atau jadi Turun

BPJS mengalami Defisit berlebih

Menurut sumber yang diperoleh dari CNBC Indonesia, defisit anggaran BPJS ini sangat besar. Mulai dari tahun 2014 hingga sekarang defisitnya sudah mencapai 77 triliun. Defisit tersebut bukan hanya berasal dari iuran masyarakat yang telat membayar namun juga BPJS yang mendapat denda ketika terlambat bayar ke Rumah Sakit . Hal ini, jelas pengurusan anggaran pemerintah begitu banyaknya. Dan sebenarnya tujuan Menteri Keuangan menaikan iuran adalah untuk mencegah defisit yang berlebih ini.

Menaikan Iuran BPJS tidak disetujui oleh MA

Kenaikan Iuran BPJS ini ditolak oleh MA karena dinilai terlalu memberatkan masyarakat dan bertentangan dengan Pasal 2, Pasal 4 huruf b,c,d, dan e, Pasal 17 ayat (3) Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial. Akibatnya Mahkamah Agung memutuskan untuk kembali menurunkan tarif BPJS Kesehatan, yang seharusnya aturan baru tersebut telah keluar pada awal Maret yang telah dibacakan oleh Koordinator BPJS Watch Timboel Siregar pada 27 Februari 2020.

Namun, sampai sekarang pun belum ada perpres baru yang merevisi. Menurut Sri Mulyani sendiri, pembatalan kenaikan iuran tersebut bisa membuat kelanjutan program BPJS menjadi terancam. Namun pihak BPJS, bagaimanapun nanti hasilnya. Maka akan mengikuti aturan dari pemerintah.

Apakah uang orang yang sudah terlanjur membayar saat iuran mengalami kenaikan akan dikembalikan?

Humas BPJS mengatakan bahwa, pada prinsipnya pihak BPJS akan mengikuti program resmi dari pemerintah dan mengedepankan hak peserta BPJS. Uang yang telah dibayarkan pun akan dikembalikan dan pilihan pengembalian tersebut bisa berupa saldo untuk iuran selanjutnya. Namun, bisa saja tidak dikembalikan , semua tergantung dari keputusan MA dan sampai sekarang pun belum ada keputusan resmi.

7 July 2021
Resiko usaha konter pulsa dalam Menjalankan Bisnis Pulsa. Saat ini, semakin banyak orang melirik untuk menjalankan bisnis pulsa karena mereka melihat potensi keuntungan yang menggiurkan, tidak memerl
7 July 2021
Banyak orang yang penasaran dengan bagaimana cara untuk membuat server pulsa dan bagaimana mekanismenya. Untuk pembuatan server pulsa anda bisa menggunakan jasa pembuatan server pulsa yang saat ini s
28 April 2021
Alat secanggih an sebagus apapun tentu ada kalanya mengalami error dan kemudian perlu diperbaiki dengan segera. Hal ini sepertinya juga berlaku untuk meteran listrik prabayar yang sifatnya sudah digi

AGEN LOKAL / NASIONAL
REG.NOHP.NAMA.KOTA

KIRIM VIA WHATSAPP

 

 

 

HOST TO HOST (H2H)

CHAT LANGSUNG
CS TELEGRAM

 

 

DOWNLOAD APK ANDORID

 

 

 

CARA LOGIN
KLIK DISINI

087855021543
087855021543
087855021543
@cstrenttronik

 

SMS Center TrentTronik

085355333100
087881225429

Jabber Center TrentTronik

trentpulsa@trxroket.com
trentpulsa@jabberix.com
trentpulsa@jabbim.com

Telegram Center TrentTronik

@trxtrenttronikbot

Whatsapp Center

087777715253

 

 BRI
NoRek. 379001011796539
An. AJI SULISTYA NUGRAHA

 

BCA

NoRek. 1430241482

An. AJI SULISTYA NUGRAHA

MANDIRI

NoRek. 1390018582977

An. AJI SULISTYA NUGRAHA

 

BNI

NoRek. 0622916288

An. AJI SULISTYA NUGRAHA

 

PENGUNJUNG